Puan

puan, akhir akhir ini langit tidak bersahabat
terkadang panas hingga meresap dalam qalbu
terkadang juga hujan hingga mengayun jatuh pada ranum pipimu

puan, langit sedang marah
hingga akhirnya akupun tak ramah
ku baca mantra penyelamat
dari awal hingga tamat

puan, akhir akhir ini dentuman itu keluar dalam dada
hingga hujan mengalir di pipimu yang merona

puan, bukankah pujangga itu mengingatkan
agar engkau tidak bicara sembarangan
sekarang engkau menyalahkan siapa jika kisahmu telah purna

puan, sujudnya tak kau gubris
bujuk rayunya ngemis ngemis
hingga sabarnya habis

puan, kuingat kan sekali lagi
tuanmu itu di dalam dada bukan dalam kepala.

Karya; Moh. Ibrohim T, Anggota Aktif UKM-F Riset 2021.