Merawat Luka Dibawah Telapak Doa Ibu

Merawat Luka Dibawah Telapak Doa Ibu (teruntuk wanita yang belum sembuh dari luka masa lalunya)   Cerita seorang remaja menangis Tersedu dalam peluk ibunya Ia tak kuasa membendung air mata Rasa sedih dan gundah-gulana Terlalu berat ia hadapi sendiri   Maka erat peluk seorang ibu Adalah jalan pulang yang paling sunyi Dan ada ketenangan di[…]

Mata Mata Kegaduhan

Ketika…. Bumi lontarkan amarahnya Langit… Telah jatuh perhiasannya Terlihat …. Malam mengalahkan candra dewa   Disaksikan mata-mata kegaduhan Berjalan berlari tanpa lintasan Sempoyongan juga tak beraturan Sibuk mencari tempat aman   Tatkala itu…. Terbersit segala kekhilafan Teringat pada kebajikan Teramalkan ataupun terlalaikan   Sudut kecil jauh nan tinggi Sosok patriot suci bersayap putih Datang menghampiri[…]

Sajak Rindu

Seputar sajak rindu Entah siapa yang menciptakan Namun hal ini sulit untuk dikatakan Dan ini nyata apa adanya Tak tau awal mulanya Dan tak tau juga akhirnya Untuk dia, yang entah dimana Ku titipkan rinduku pada-Mu Lewat setiap alunan doaku Disetiap sujudku Bahkan, hanya Tuhanku yang dapat mendengarkanya Dan hanya Tuhanku pula yang tau akhirnya   Karya;[…]

Taka Tiki Imaji Kata

Dari rahim waktu Sebongkah kata hadir menjelma Diksi yang kebingungan mulai penat menatap kompas arah di dada Arah mata angin makin purba meraksah diri pada waktu yang semakin menganga Lapar dan dahaga membuyarkan imaji yang sejak semula tertanam dengan paksa   Jauh di lubuk hati terpacak sebilah nama Sebagai tak tik paling licik yang digunakan[…]

Orang Dalam

Mengingatkan kepada manusia yang berdiri tanpa tongkat Meyakinkan diri bahwa dia bisa berdiri sendiri Menolong perasaan saat susah dan gelisah Menatap ruang hampa di kegelapan dan keheningan Waktu kecil ayahku pernah berkata ” ini adalah hari yang tak pernah berhenti, dan malam yang tak pernah berganti. Kehidupan terkadang memang tidak adil bagi kita manusia Karena[…]

Puan

puan, akhir akhir ini langit tidak bersahabat terkadang panas hingga meresap dalam qalbu terkadang juga hujan hingga mengayun jatuh pada ranum pipimu puan, langit sedang marah hingga akhirnya akupun tak ramah ku baca mantra penyelamat dari awal hingga tamat puan, akhir akhir ini dentuman itu keluar dalam dada hingga hujan mengalir di pipimu yang merona[…]

Hujan Di Kala Senja

Termenung aku di bawah dinginnya senja Mangut dalam kalut yang kini tak bertuan Meloka dirimu beranjak dari sisiku Meratapi sepi di bawah anganku Kukira dirimu bakal amerta Nyatanya terbang terbawa curna Rinai hujan turun bersama derai air mata Seolah mengajakku bernostalgia akan mala Aroma petrikor menemani gelebah Melihat genang hujan meninggalkan kenang Bersamamu yang dulu[…]

Menyeduh Senyummu

Pada pipimu yang ranum Tempat ku tenggelam Lalu bermalam dalam ingatan Matamu seumpama lampu jalan Menuntun kepala Pada rindu yang menyiksa Resah kudera dirimu tak wujud dalam mata tapi replika senyummu coba kesuduh pada secangkir perasaan yang mulai lusuh   Karya; Moh Ibrohim T, Anggota Aktif UKM-F Riset 2021.

Ujung Jalan Terkasih

Matamu berbinar sesigap kunang kunang berkelit menghitung kesempatan yang menyuguhkan warna warna kamuflase Tanpa menunggu lama kau menutup pintu dan menguncinya dari tiap yang kau sebut hasutan padahal dirimu yang masuk dalam hasutan obsesi Padahal kau takpernah tahu harumnya bunga bahkan kuntummu layu terbius rayuan gendam yang memabukkan setelah itu kau tersadar dalam kenistaan Mari[…]